Language : English Indonesian Filipino Japanese Korean Malay Thai Chinese (Simplified) Chinese (Traditional)
Find Us :    Facebook Icon Twitter Icon Gplus Icon Youtube Icon Linkedin Icon

Pentingnya Evaluasi Kinerja Dalam Perusahaan

Evaluasi Kinerja

Tidak terasa saat ini kita sudah berada di awal Quarter 4 tahun 2017. Begitu cepat waktu berlalu. Kini saatnya bagi kita untuk mengevaluasi percapaian di quarter 3 (July – September) tahun ini. Dan sekaligus melakukan evaluasi kinerja menjelang akhir tahun 2017.

  • Seluruh proses atau aktivitas kerja yang signifikan dalam organisasi harus diukur kinerjanya.
  • Proses atau aktivitas yang tak dapat diukur selayaknya diminimalisir atau bahkan ditiadakan.
  • Parameter kinerja yang diharapkan harus ditetapkan dari awal untuk seluruh proses atau aktivitas.
  • Pelaporan pencapaian kinerja dan analisisanya harus dilakukan secara regular sehingga memungkinkan adanya tindakan perbaikan yang segera dan tepat waktu.
  • Tindakan perbaikan yang tepat waktu sangat dibutuhkan dalam system pengendalian yang efektif.

ISO sangat memandang penting proses evaluasi kinerja ini, disemua standard dan di HLS (High level structure) yang ada, evaluasi kenerja ini akan selalu ada di pasal no. 9 dari HLS.

Dimana Organisasi harus menentukan:

  1. apa yang perlu dipantau dan diukur;
  2. metode pemantauan, pengukuran, analisis dan evaluasi yang diperlukan untuk memastikan hasil yang valid;
  3. kapan pemantauan dan pengukuran harus dilakukan;
  4. Analisa dan dievaluasi hasil dari pemantauan dan pengukuran

Organisasi harus mengevaluasi kinerja dan efektivitas sistem manajemen dan harus menyimpan informasi terdokumentasi yang sesuai sebagai bukti hasilnya.

Manfaat Pengukuran Kinerja

Berikut adalah alasan mengapa organisasi mengadopsi pengukuran kinerja (menurut Behn, 2003)

  1. Untuk Mengevaluasi

Yakni untuk mengevaluasi seberapa baik kinerja suatu organisasi.

  1. Untuk Mengendalikan

Manajer memiliki kebutuhan untuk memastikan bahwa bawahan mereka telah melakukan pekerjaan mereka secara benar. Organisasi pun menciptakan sistem pengukuran yang menentuan tindakan tertentu apa yang harus dilakukan oleh karyawan. Setelah itu, mereka pun mengevaluasi apakah sang karyawan betul-betul telah melakukan apa yang telah ditugaskan kepada mereka dan membandingkannya dengan standar kinerja.

  1. Untuk Menganggarkan

Anggaran adalah perangkat mentah untuk meningkatkan kinerja. Kinerja yang buruk tidak selalu berubah menjadi baik ketika dilakukan pemotongan anggaran sebagai tindakan disipliner. Terkadang penaikan anggaran lah yang menjadi jawaban untuk peningkatan kinerja.

  1. Untuk Memotivasi

Para karyawan perlu diberikan target yang signifikan untuk mereka raih dan lalu menggunakan ukuran kinerja -termasuk target antara- untuk memfokuskan ernergi para karyawan dan memberikan perasaan telah mencapai sesuatu. Target kinerja juga bisa mendorong munculnya kreativitas dalam mengembangkan cara-cara yang lebih baik untuk mencapai suatu tujuan.

  1. Untuk Merayakan

Organisasi perlu memperingati prestasi-prestasi yang mereka raih, karena ritual semacam peringatan ini bisa mengikat orang-orang yang ada di dalam tim, memberikan mereka perasaan terikat. Perayaan merupakan aktivitas yang mengeksplisitkan pengakuan atas prestasi dan pencapaian.

  1. Untuk Bisa Belajar

Pembelajaran merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh organisasi untuk bisa terus berkembang. Pembelajaran ini bisa didapat dengan mengevaluasi kinerja sendiri, semisal dengan mengidentifikasi apa-apa saja yang berhasil dan yang tidak. Dengan mengevaluasi hal ini, organisasi akan bisa pelajari alasan di balik kinerja baik dan buruk.

  1. Untuk Mengembangkan

Organisasi harus belajar tentang apa-apa yang harus dilakukan secara berbeda untuk memperbaiki kinerja. Oleh karenanya organisasi membutuhkan umpan balik untuk menilai kesesuaian rencana dan arahan serta target sehingga bisa didapatkan pengertian mana-mana saja perihal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan.

  1. Untuk Proses Perbaikan

Organisasi harus melakukan proses perbaikan yang berkesinambungan. Hasil dari pengukuran kinerja ini bisa dijadikan patokan proses atau aktifitas mana yang membutuhkan perbaikan kedepannya.

Semoga kinerja kita tahun 2017 ini sesuai dengan target yang sudah kita tentukan dari awal tahun. Atau jika belum tercapai masih ada waktu bagi kita untuk melakukan proses perbaikan menjelang akhir tahun 2017 ini.

 

M. Aristian

Country Manager WQA

 

Categories: artikel,News

Tags:

Comments are closed