Language : English Indonesian Filipino Japanese Korean Malay Thai Chinese (Simplified) Chinese (Traditional)
Find Us :    Facebook Icon Twitter Icon Gplus Icon Youtube Icon Linkedin Icon

Hari Anti Korupsi Sedunia

Setiap tanggal 9 Desember diperingati sebagai hari anti korupsi sedunia. Menurut sejarah, pada tanggal 9 Desember, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui untuk melaksanakan sebuah Konvensi Anti Korupsi (United Nations Convention Against Corruption) di Meksiko.

Setiap tahun sekitar $ 1 triliun uang yang beredar untuk melakukan tindak penyuapan didunia. Sementara itu  diperkirakan uang yang dicuri melalui tindak korupsi  sebesar $ 2,6 triliun setiap tahunnya . Jumlah yang setara dengan lebih 5 persen dari global GDP. Di negara-negara berkembang, menurut laporan dari Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dana yang hilang akibat korupsi diperkirakan mencapai 10 kali jumlah bantuan pembangunan resmi.

Korupsi adalah kejahatan serius yang dapat melemahkan pembangunan, sosial dan ekonomi di semua masyarakat. Tidak ada negara, wilayah atau masyarakat yang tidak terjangkit kasus korupsi ini. Tahun ini UNODC dan UNDP telah mengembangkan sebuah kampanye global bersama, dengan fokus pada bagaimana korupsi mempengaruhi pendidikan, kesehatan, keadilan, demokrasi, kemakmuran dan pembangunan.

Kampanye internasional gabungan tahun 2016 berfokus pada korupsi merupakan salah satu hambatan terbesar untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).

 

Apa yang bisa kita lakukan?

Orang sering berpikir bahwa korupsi adalah “hanya cara alami dalam hidup”, namun setiap masyarakat, sektor dan individu akan mendapat keuntungan jika secara bersama melawan korupsi.

Berikut adalah beberapa contoh bagaimana kita bisa berdiri dan memerangi korupsi.

  • Meratifikasi dan memberlakukan Konvensi PBB Menentang Korupsi. Negara-negara yang berhasil melawan korupsi jauh lebih diterima di mata warganya, menciptakan stabilitas dan kepercayaan.
  • Mengetahui apa yang dipersyaratkan di Konvensi bagi pemerintah dan pejabat-pejabatnya.
  • Membasmi korupsi akan memungkinkan pembangunan sosial dan ekonomi.
  • Mendidik masyarakat tentang tanggung jawab pemerintah untuk bebas dari korupsi.
  • Keadilan yang setara dan adil bagi semua adalah elemen penting bagi stabilitas dan pertumbuhan sebuah negara. Ini juga membantu memerangi kejahatan secara efektif.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat, media dan pemerintah tentang besarnya biaya korupsi untuk pelayanan utama seperti kesehatan dan pendidikan.
  • Semua manfaat dasar dari pelayanan masyarakat harus berfungsi.
  • Libatkan pemuda tentang perilaku etis, korupsi dan bagaimana cara melawannya, dan menuntut hak mereka atas pendidikan.
  • Memastikan bahwa generasi penerus warga negara maju untuk mengharapkan negara bebas korupsi adalah salah satu alat terbaik untuk memastikan masa depan yang lebih cerah.
  • Laporkan insiden korupsi.
  • Ciptakan lingkungan di mana aturan hukum berlaku.
  • Menolak untuk berpartisipasi dalam kegiatan apapun yang tidak legal dan transparan.
  • Meningkatkan investasi dalam dan luar negeri. Semua orang lebih bersedia untuk berinvestasi di negara-negara ketika mereka melihat bahwa dana tidak disedot ke dalam kantong pejabat korup.
  • Kembangkan stabilitas ekonomi dengan menerapkan praktik zero-tolerance terhadap korupsi.
  • Komunitas bisnis yang transparan dan terbuka merupakan landasan bagi demokrasi yang kuat.

Korupsi jika dibiarkan berlarut-larut akan mengakar kuat dan merusak peradaban suatu bangsa. Tidak ada bangsa yang bisa maju karena korupsinya. Jika kita lihat IPK dari tahun ke tahun, 10 negara yang menduduki rangking terbersih adalah negara-negara Skandinavia seperti Denmark, Finlandia, Swedia, Norwegia dan satu-satunya negara  Asia yang langganan di posisi ini adalah Singapura. Semua negara ini dikenal  sebagai negara dengan administrasi dan tata kepemerintahan yang baik dan tertib serta pelayanan publik yang berkualitas.

Source anticorruptionday.org

 

Categories: News

Comments are closed