Language : Indonesian English Filipino Chinese (Simplified)
Find Us :    Facebook Icon Twitter Icon Gplus Icon Youtube Icon Linkedin Icon

Evaluasi Kinerja Karyawan Dalam Perusahaan

Evaluasi kinerja karyawan sangatlah penting bagi sebuah perusahaan untuk mengukur seefektif apa pekerjaan yang sudah dilakukan oleh setiap karyawan.  Memasuki  pertengahan tahun biasanya banyak perusahaan yang sudah memulai menreview kembali kinerja para karyawannya.

Apa saja yang perlu kita perhatikan dalam mengevaluasi kerja karyawan?  Berikut  beberapa langkah untuk melakukan evaluasi karyawan.

  1. Bahan untuk evaluasi kinerja karyawan

Bagaimana Anda selaku HR akan melakukan evaluasi kinerja karyawan jika Anda tidak memilik bahan atau data yang bisa digunakan?Oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan data. Data itu bisa berupa laporan hasil pekerjaan, catatan tentang perilaku karyawan , atau hasil bimbingan terakhir dari divisi HR terhadap  masing-masing karyawan. Jangka waktu evaluasi  tidak boleh terlalu lama, tapi tidak boleh juga terlalu cepat. Evaluasi kinerja bisa dilakukan setiap enam bulan ataupun setiap tahun.

  1. Buat sistem  penilaian terstruktur

Nah, data-data yang telah Anda dapatkan tadi adalah landasan dalam menilai dan memberikan umpan balik. Buatlah draf penilaian sementara. Yang menjadi focus adalah mengetahui seberapa produktifkah karyawan dalam bekerja. Lalu, apakah karyawan akan memiliki kinerja yang sama, lebih baik, atau lebih buruk pada masa mendatang. Yang dinilai dalam penilaian kinerja ini pun harus jelas dan telah disepakati sebelumnya dengan karyawan. Misalnya, seorang tenaga marketing dinilai dari seberapa banyak produk yang ia jual. Ataupun seorang customer servis dari pelayanannya terhadap klien. Penting untuk melakukan hal ini demi adanya evaluasi kinerja karyawan

  1. Tanyakan pada atasannya langsung

Yang mengetahui persis bagaimana kinerja karyawan adalah atasannya langsung.Maka setelah Anda membuat system penilaian terstruktur, berikanlah pada atasan karyawan masing-masing divisi. Yang perlu diingat adalah sang atasan harus memberikan penilaian dengan rasional, bukan berdasarkan rasa suka atau tidak suka alias perasaan. Karena penilaian berdasarkan perasaan  tidak akan efektif. Sang atasan harus dapat menjelaskan dasar pemikiran ia memberikan nilai baik atau buruk terhadap kinerja anak buahnya tersebut.

  1. Diskusi dengan karyawan

Setelah penilaian sudah selesai, Anda—dan atasan karyawan tadi—bisa mendiskusikan hasil penilaian dengan sang karyawan. Dalam diskusi tersebut, karyawan harus tahu alasan HR dan atasan memberikan penilaian. Jika nilai kinerja yang diberikan buruk, sampaikanlah dengan kalimat yang baik dan tidak menyinggung perasaan karyawan. Berikan pula waktu sang karyawan membela diri dan mengatakan alasan mengapa kinerjanya buruk. Bila cara menyampaikan hasil evaluasi menyinggung perasaan, maka sang karyawan bisa demotivasi dan kehilangan semangat bekerja.

  1. Aksi setelah evaluasi

Tujuan evaluasi sesungguhnya adalah agar karyawan dapat mengetahui kelebihan dan kelemahannya serta memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kelebihan. Juga agar karyawan dapat mengetahui standard hasil yang ditetapkan perusahaan. Apalah artinya penilaian kinerja jika tidak ada tindak lanjut setelah itu. Maka setelah evaluasi, yang penting adalah aksi. Diskusikan dengan atasan mengenai langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja karyawan tersebut. Berikan saran dan kritik yang membangun kepada karyawan. Kalau karyawan yang bersangkutan mengikuti saran-saran tersebut, maka kinerja akan membaik pada penilaian berikutnya.

Bagi perusahaan, penilaian kinerja ataupun evaluasi kinerja merupakan salah satu tugas manajer yang penting dalam perusahaan. Diakui bahwa banyak kesulitan penilaian kinerja yang dialami dalam menangani secara memadai, karena tidak mudah untuk menilai kinerja seorang karyawan secara akurat. Sifat maupun cara penilaian kinerja terhadap karyawan banyak tergantung pada bagaimana SDM dipandang dan diperlukan dalam perusahaan tersebut.

Evaluasi kinerja dilakukan untuk memberikan penilaian terhadap hasil kerja atau prestasi kerja yang diperoleh organisasi, tim atau individu. Evaluasi kinerja akan memberikan umpan balik terhadap tujuan dan sasaran kinerja, perencanaan dan proses pelaksanaan kinerja. Evaluasi kinerja dapat pula dilakukan terhadap proses penilaian, review dan pengukuran kinerja. Atas dasar evaluasi kinerja dapat dilakukan langkah-langkah untuk melakukan perbaikan kinerja di waktu yang akan datang.

 

Categories: artikel,News

Comments are closed